KEHAMILAN

Beda Tangisan, Beda Artinya

Beda Tangisan, Beda Artinya

Karena belum bisa berbicara, tangisan adalah cara bayi untuk berkomunikasi dengan Mamy. Bahkan menurut dokter anak terkenal dari Chicago, Marc Weissbluth, menangis adalah bagian dari perilaku normal dari seorang bayi. Jenis tangisan yang berbeda menandakan kebutuhan yang berbeda, dan sejalan waktu Mamy akan terbiasa dan segera tahu apa penyebab tangisan si kecil. Untuk membantu Mamy lebih cepat memahami arti tangisan bayi, Mamy bisa intip beberapa petunjuk berikut ini.

Tangisan karena lapar
Tanda: tangis berirama dan berulang dengan nada tinggi, menggerakkan kepala mencari payudara Mamy, menghisap jari atau tangan, terakhir menyusu 1,5 – 4 jam sebelumnya.

 Solusinya: segera susui bayi agar tangisannya tak semakin hebat. Karena bila menangis terlalu keras, udara akan ikut terhisap saat ia minum susu dan menyebabkan kembung.
Tangisan karena lelah

Tanda: Tangisan berupa rengekan dengan suara berat yang terus menerus dan makin lama makin keras. Mata bayi tertutup tapi ia tidak tidur, atau matanya  terbuka namun berlinang air mata dan kemerahan, dan bayi kerap menggosok   mata.
Solusi:Periksa popoknya dan segera tidurkan bayi. Bayi baru lahir perlu tidur setidaknya 16 jam sehari. Untuk membantunya tidur di malam hari Mamy bisa membedong si kecil dengan longgar atau meletakkannya di tempat tidur agar ia bisa segera terlelap sendiri.

Tangisan karena bosan

Tanda: biasanya dimulai dengan ocehan, lalu gelisah, dan diakhiri dengan tangisan. Biasanya tangisannya pendek-pendek dan tak sekeras tangisan jenis lain. Bayi juga mungkin menolehkan kepala menjauhi Mamy.
Solusi: Menurut Marc Weissbluth, tak perlu langsung merespon, tunda beberapa detik atau menit. Bisa saja bayi teralihkan oleh hal lain. Dengan cara ini Mamy akan mengajari bayi untuk bisa menenangkan diri sendiri.
Tangisan karena tidak nyaman
Tanda: tangisan keras pendek dan berulang. Tangan bergera-gerak atau diusap-usapkan ke wajah.  
Solusi: cari penyebabnya, kadang cuma hal kecil namun mengganggu bagi bayi.  Bisa karena kedinginan, pakaian yang tak nyaman, hingga kaus kaki atau topi yang kebesaran. Banyak orang tua berbagi pengalaman, bahwa menyanyikan lagu pada bayi akan menenangkan bayi.

Tangisan karena stres
Tanda: Menangis dengan suara keras sambil memalingkan wajah atau tubuh dari cahaya yang terlalu terang atau suara yang terlalu keras.
Solusi: Jauhkan bayi dari suara, gerakan, atau stimulasi visual yang menyebabkan bayi stres. Bawa ke tempat yang lebih tenang dan putar musik yang lembut untuk membantu menenangkannya.
Tangisan karena rasa sakit

Tanda: Tangisan melengking disertai rasa panik dan datang secara tiba-tiba. Tangisan berlangsung selama beberapa detik, terhenti sejenak, lalu kembali melengking. Bisa juga disertai dengan gerakan tangan tak terkendali atau melengkungkan punggun. Saat mengalami kembung, bayi kadang menekuk lutut ke arah perut.
Solusi: Segera gendong, dan coba buat bayi sendawa untuk mengurangi kembung. Mamy juga bisa mencoba memberi bayi dot karena refleks menghisap dapat menenangkan bayi. Jika  Mamy merasa  khawatir bahwa tangisan si kecil disebabkan hal serius, segera bawa ke dokter. Karena Mamy lah yang paling mengenal dan memahami perilaku si kecil.
Tips untuk Mamy
Bila bayi menangis terus menerus dan Mamy tak tahu lagi harus bagaimana, yang paling utama, Mamy harus tenang. Ambil napas dalam dan tanamkan bahwa tangisan bayi pasti berakhir. Minta bantuan pada Papy atau  anggota keluarga lain supaya Mamy bisa menenangkan diri serta istirahat sejenak.
SOURCES
www.whattoexpect
www.parents.com
 
 

Share This Article:

ARTIKEL BERDASARKAN USIA KEHAMILAN

Mamy, ingin tahu berbagai informasi sesuai usia kehamilan Mamy? Klik penanda usia di bawah ini ya!