KECERDASAN EMOSIONAL

Ibu Mertua, Disayang atau Ditentang?

Ibu Mertua, Disayang atau Ditentang?

Saat menikah maka Mamy akan secara otomatis memiliki tambahan seorang ibu baru. Bedanya dengan ibu kandung, ibu mertua tidak mengenal Mamy sejak kecil, ia juga memiliki kebiasaan dan didikan keluarga yang tentunya jauh berbeda dengan Mamy.

Saat Mamy hamil tentunya ibu mertua sangat ingin memberi perhatian selayaknya seorang ibu, namun terkadang terjadi ketidak cocokan cara dan pola pikir. Bagaimana sebaiknya menghadapi ibu mertua saat Mamy hamil?

  1. Diskusi dan satu suara dengan Papy, banyaklah diskusi dengan Papy mengenai pendapat-pendapat Mamy mengenai segala sesuatu mengenai kehamilan dan capailah kata sepakat agar saat Ibu Mertua memberi pendapat yang kurang sesuai, maka tunjukkan bahwa keputusan tetap ada di tangan Mamy dan Papy.
  2. Beri sebuah peran yang jelas. Ia tentu ingin memberi perhatian dalam kehamilan Mamy, apalagi jika si bayi adalah cucu pertamanya. Beri tahu dengan baik bahwa Mamy menginginkan mengatur dan menentukan sendiri hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan ini. Jika dari awal tidak komunikasikan kemungkinan ibu mertua akan cenderung mengatur segala sesuatunya.
  3. Selelsaikan bila sudah jadi masalah. Jika dalam perkawinan ini, Mamy ada masalah dengan ibu mertua, nah saat hamil ini adalah momen yang baik untuk memulihkan hubungan. Stres di saat hamil tak bisa diabaikan. Jika ibu mertua menjadi penyebabnya, bicarakan hal ini sampai tuntas dengan Papy dan temukan solusinya.
  4. Orang yang memiliki beban pikiran, bisa melakukan hal-hal yang menggangu orang di sekitarnya. Dengarkanlah curahan hati ibu mertua. Mungkin saja ia juga mengalami masalah yang membebani pikirannya, sehingga ia melakukan hal-hal yang kurang berkenan bagi Mamy, dan memerlukan seorang pendengar yang baik.
  5. Be Bersabar bukan berarti menahan semua perasaan negatif Mamy. Bersabar berarti memberi ia waktu untuk menyesuaikan diri dan memahami kebutuhan Mamy akan privasi namun juga tetap menunjukkan ungkapan sayangnya pada cucunda dan menantunya.
  6. Jangan biarkan ibu mertua ikut campur. Sejumlah ibu mertua ingin ikut campur dalam urusan kehamilan, misalnya dalam kenaikan berat badan, makanan dan lain-lain, Mamy tak perlu risau atau tertekan. Cobalah dengarkan, yang baik bisa diikuti, abaikan yang tidak cocok.
  7. Jangan memposisikan pasangan Mamy "di tengah" antara Mamy dan ibu mertua. Bersikaplah netral dan bijak. Pahami bahwa pasangan Mamy dan ibu mertua juga ingin memberi yang terbaik untuk cucu dan buah hatinya, juga untu Mamy sendiri. Bukanlah indah membagi tugas dan kebahagian kepada orang-orang terdekat?
  8. Ibu mertua sesekali juga ingin memanjakan menantu dan cucunya yang akan lahir. Biarkanlah hal ini sepanjang aman bagi Mamy dan janin. Cobalah berbagi bagaimana cara mengatasi mual saat hamil, atau tanyakan bagaimana cara menjaga kehamilan. Ia pun ingin mengungkapkan rasa sayangnya bukan?
  9. Berilah hadiah bagi ibu mertua sehubungan dengan hadirnya si Kecil dalam rahim Mamy. Hal ini tentu akan sangat menyenangkannya. Umumnya ibu mertua ingin merasa spesial juga dalam momen yang berbahagia ini. Bahkan memberinya tugas kecil sehubungan dengan kehamilan Mamy, misalnya meminta ia memasak makanan kesukaan Mamy, akan membuatnya sangat berharga, sekaligus membuat hubungan semakin manis.
  10. Sesekali ajaklah ibu mertua bersama-sama saat Mamy memeriksakan diri ke dokter atau bidan. Mengajak ibu mertua mendengarkan detak jantung si Kecil, sungguh akan menjadi momen yang indah dan mengharukan serta mempererat hubungan Mamy dengannya.

Tentunya dalam sebuah hubungan tidak selalu mulus, saling memaklumi adalah kuncinya, selama didasari niat baik apalah arti cara yang salah karena kesalahan selalu bisa dimaafkan. Semoga Mamy selalu bahagia ya J

Sumber:

http://www.babymed.com

http://www.fitpregnancy.com/pregnancy

Share This Article:

Follow Us On:

ARTIKEL BERDASARKAN USIA KEHAMILAN

Mamy, ingin tahu berbagai informasi sesuai usia kehamilan Mamy? Klik penanda usia di bawah ini ya!