ALL

Kenali Jenis-Jenis Persalinan

Kenali Jenis-Jenis PersalinanJenis-Jenis  Persalinan
Dengan makin bertambahnya usia kehamilan, Mamy mungkin mulai cemas dan bertanya-tanya tentang proses persalinan. Banyak cerita yang akan Mamy dengar, ada yang lancar ada pula yang sedikit mengkhawatirkan. Agar tak bingung, yuk kita cari tahu bersama tentang jenis-jenis persalinan.
 
Apa saja jenis persalinan yang bisa saya pilih?
Semua tergantung pada kebutuhan serta kondisi Mamy dan calon bayi. Saat ini dikenal 3 jenis metode persalinan, yaitu:
 
Persalinan Normal
Yang dimaksud persalinan normal adalah persalinan yang terjadi secara alami tanpa menggunakan alat bantu. Untuk persalinan normal, Mamy harus memiliki cukup kekuatan untuk mengatur pernafasan dan mengejan, keadaan jalan lahir mendukung, dan kondisi bayi dalam keadaan baik. Kelebihan dari persalinan normal :
  • Mamy lebih cepat pulih, sehingga lebih cepat bebas bergerak untuk merawat si Kecil.
  • Sangat dimungkinkan melahirkan normal tanpa jahitan, sehingga Mamy tak perlu merasakan sakit akibat jahitan.
  • Mamy  terhindar dari risiko akibat operasi seperti pendarahan, infeksi, reaksi terhadap anestesi, dan rasa sakit yang. Bicukup lama.
  • Mamy bisa segera pulang dari rumah sakit sehingga dari segi biaya lebih hemat. Umumnya sekitar 4-6 jam paska persalinan, seorang ibu sudah bisa berjalan dan keesokan harinya sudah boleh pulang dari rumah sakit.
  • Lebih mudah melakukan IMD (inisiasi Menyusui Dini).
  • Jika Mamy berencana hamil lagi, maka tidak ada batasan dengan jarak kehamilan berikutnya.
Sedangkan kekurangannya adalah:
  • Mamy berisiko mengalami sobek atau renggang pada kulit dan jaringan sekitar vagina. Bila parah terkadang perlu dijahit, atau dapat menyebabkan risiko cidera otot panggul yang mengontrol urin dan gerakan usus. 
Mamy mengalami rasa sakit di area perineum yang teretak antara anus dan vagina .

Persalinan dengan Operasi Caesar
Dilakukan bila ada indikasi medis bahwa persalinan melalui vagina tidak aman untuk Mamy dan bayi, juga sebagai tindakan darurat jika upaya untuk persalinan normal atau dengan bantuan alat tidak berhasil.  Operasi caesar dilakukan dengan sayatan pada perut dan rahim untuk mengeluarkan bayi. Kelebihan dari  persalinan dengan operasi caesar adalah:
  • Jika sudah mengetahui lebih dahulu bahwa Mamy perlu operasi caesar untuk melahirkan dengan aman, maka operasi caesar bisa dijadwalkan lebih dahulu. Hingga Mamy lebih nyaman dan tak perlu mengalami kesulitan persalinan yang berkepanjangan.
Sedangkan kekurangan operasi caesar adalah:
  • Mamy harus tinggal lebih lama di rumah sakit, sekitar 2-4 hari.
  • Berisiko mengalami infeksi dan komplikasi akibat operasi besar.
  • Pemulihan setelah melahirkan lebih lama karena Mamy mungkin merasakan rasa sakit yang lebih lama akibat luka sayatan operasi
  • Wanita yang mengalami operasi caesar biasanya lebih lambat memulai inisiasi menyusui dini.
  • Bila sudah menjalani operasi caesar, Mamy berisiko lebih tinggi untuk menjalani operasi caesar pada persalinan berikutnya.
  • Diperlukan jarak dengan kehamilan berikutnya, setidaknya 18-24 bulan.
Persalinan dengan Water birth
Water birth adalah proses persalinan yang dilakukan dalam sebuah wadah berisi air hangat. Teori yang mendasari metode ini adalah karena bayi hidup dalam air ketuban selama 9 bulan, maka dilahirkan dalam lingkungan  yang sama akan membuat proses kelahiran menjadi lebih bersahabat dan lembut bagi bayi, juga mengurangi stres pada ibu. Namun Mamy juga perlu tahu, ada beberapa kondisi yang membuat water birth tak disarankan, yaitu: Mamy menderita herpes, bayi sungsang, bayi kembar, memiliki risiko melahirkan prematur, dan Mamy mengalami preeklampsia. Yang paling penting, metode water  birth harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan terlatih.  Jadi cek lebih dulu dengan rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat Mamy akan melahirkan.
Kelebihan dari penggunaan air hangat pada metode water birth adalah:
  • Memberi efek  menenangkan.
  • Meningkatkan energi Mamy pada tahap akhir persalinan.
  • Meningkatkan sirkulasi darah yang membuat kontraksi lebih efektif.
  • Mengurangi kadar hormon penyebab stress.
  • Memicu tubuh Mamy memproduksi endorfin yang berfungsi sebagai penangkal rasa sakit.
Sedangkan kekurangan water birth adalah:
  • Risiko infeksi tidak sengaja akibat ibu buang air dalam air saat mengejan.
  • Kemungkinan bayi mengalami kesulitan bernapas saat berada dalam air.
  • Risiko kerusakan tali pusat akibat bayi harus diangkat ke atas air untuk segera menghirup udara.
Saya khawatir soal rasa sakit saat melahirkan, bagaimana mengatasinya?
Untuk melahirkan normal tanpa rasa sakit yang berlebihan, Mamy bisa diskusikan pilihan penghilang rasa sakit yang sesuai dengan dokter. Bisa menggunakan beberapa jenis obat, atau Mamy bisa mencoba cara alami sebagai alternatif, diantaranya:
  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki pendamping yang menemani dan mengurus Mamy selama proses kehamilan akan mengurangi kebutuhan akan obat penghilang sakit. 
  • Posisi berdiri dan berjalan akan membantu mempercepat proses persalinan.
  • Coba Mamy praktekkan teknik relaksasi dan mengatur napas.
  • Lakukan terapi tambahan seperti akupunktur, refleksologi, hipnotis, pijat, atau aroma terapi, namun harus tetap di bawah pengawasan dokter.
 
Nah setelah mengetahui berbagai metode persalinan Mamy bisa mempelajari lebih detil semua faktor, kemudian  berkonsultas dengan dokter kandungan, untuk menentukan pilihan terbaik untuk Mamy dan si Kecil.
Sources
 HYPERLINK "http://nuh.nhs.uk/" http://nuh.nhs.uk
 HYPERLINK "http://nice.org.uk" http://nice.org.uk
http://americanpregnancy.org

 
Share This Article:

ARTIKEL BERDASARKAN USIA KEHAMILAN

Mamy, ingin tahu berbagai informasi sesuai usia kehamilan Mamy? Klik penanda usia di bawah ini ya!